Andaikan Saja Kaum intelektual Mau menetap Di Desa

Urbanisasi yang kian meningkat setiap tahunnya, menjadikan kota besar sebagai tujuan dalam meningkatkan kualitas kehidupan orang - orang desa. Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, yang menyajikan informasi maupun teknologi terkini, seolah - olah menjadi magnet, yang menyedot orang - orang desa untuk memperoleh peruntungan di kota besar.

Kehidupan meropolitan yang sangat keras memaksa kaum pendatang melakukan berbagi cara untuk bisa bersaing dan bertahan hidup. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang gagal, bahkan kehidupannya lebih sulit, dibandingkan dulu waktu masih tinggal di desa.

Sebuah pertanyaan yang menggelitik. Apa yang mereka cari di kota, padahal di desanya sendiri sumber daya alam sangat melimpah? Tanah subur, rumah tidak perlu ngontrak, persaingan usaha tidak sekejam di kota, peluang usaha masih terbuka lebar. Banyak sekali peluang usaha yang bisa dimanpaatkan dan di jadikan mata pencaharian, seperti pertanian, peternakan, perkebunan, dan pariwisata.

Pola pikir masyarakat desa yang rendah. Pola bertani, berkebun dan beternak yang sekedar memikirkan konsumsi semata. Mereka tidak pernah berpikir produktif. Berpikir bagaimana caranya menciptakan industri pertanian. Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya pada orang - orang desa. Ini merupakan salah satu kebijakan yang salah dan kurang jelinya pemerintah dalam menggali potensi sumber daya alam yang tidak di imbangi dengan sumber manusia yang bermutu.

Banyak sekali sarjana jurusan pertanian yang bekerja bukan pada bidang pertanian. Andaikan saja para sarjana mau menetap di desa dan menggali potensi desa tersebut. Bukan hal yang mustahil urbanisasi bisa di tekan.
Post a Comment