Wira Usaha. Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tips menjadi orang sukses

Hidup ini indah dan diciptakan untuk kita nikmati. Bila mengetahui rahasia dan memiliki kuncinya, kehidupan sukses total bisa Anda nikmati. Siapapun Anda. Semua manusia diciptakan agar sukses di semua aspek kehidupannya, sampai saat mereka "kembali" nanti. Tidak ada orang yang ditakdirkan miskin atau menderita.

Yakinlah Pada Diri Sendiri dan Yakinlah Anda Bisa Meraih Impian Anda

Jika anda yakin sesuatu itu mungkin dan bersedia melakukan apa pun, selama apa pun, yang diperlukan untuk menyelesaikannya, kesuksesan hanyalah masalah waktu. Anda bisa meningkatkan keyakinan diri melalui buku yang anda baca, CD yang anda dengarkan, dan orang-orang dengan siapa anda berhubungan. Jika menaruh hal-hal baik dalam pikiran, anda akan menjadi lebih kuat dan lebih yakin pada diri sendiri.

Tentukan target dan fokus mencapai tujuan

Sebanyak 67% orang kaya mencatat apa yang menjadi tujuan mereka. Meski menulis tujuan tidak menjamin kesuksesan, namun bisa mengarahkan Anda ke tindakan positif.

Tak hanya itu, 80% orang kaya cenderung fokus mencapai satu tujuan, sementara hanya 12% yang melakukan ini. Untuk mencapai tujuan itu, buatlah daftar mengenai langkah apa saja yang harus Anda lakukan untuk mencapai tujuan. Orang kaya cenderung membuat target yang lebih ambisius dibandingkan orang kecil.

Hindari berjudi

Setiap orang dengan mudah untuk terjebak dalam perjuadian. hal itu didasarkan karena pikiran yang mengatakan 'suatu saat saya pasti menang'. Hal itu yang terkadan gmenjebak kondisi keuangan seseorang. Hanya 23% dari orang kaya yang sering berjudi, sementara 52% orang miskin selalu berjudi.

Pengorbanan

Investasi adalah bahasa lain dari pengorbanan. Dimana saat berinvestasi kita rela berkorban untuk tidak membelajakan uang yang kita miliki saat ini demi harapan akan perkembangan hasilnya di masa depan. Demikian juga dalam investasi waktu dan energi.

Tapi sayangnya, sangat jarang orang yang rela berkorban, orang yang bersedia menunda kesenangannya saat ini demi kesenangan yang jauh lebih besar di hari esok hanya karena terbayang-bayang akan resikonya.

Padahal jika pengorbanan itu memang dibutuhkan dalam meraih impiannya, maka kita akan menjalankannya dengan suka cita. Halangan apapun adalah tantangan untuk menjadi lebih kuat, lebih cerdas, lebih berpengalaman dan tentunya untuk menjadi lebih sukses…

 Konsisten

Ada saat dalam menjalankan bisnis seakan-akan mendadak menjadi buntu. Cahaya gairah yang tadinya terang-benderang tiba-tiba meredup. Baik karena suatu alasan atau bahkan tidak diketahui alasannya kenapa.

Banyak calon-calon bintang berguguran pada fase ini, ketika komitmen mereka diuji, ketika daya tahan fisik dan mentalnya diuji, mereka kalah. Sehingga mereka tidak layak melihat impian mereka menjadi nyata. Yang paling menyedihkan kebanyakan mundur justru ketika impian telah tinggal sejangkauan lagi. “Saat paling gelap di malam hari adalah saat menjelang fajar”, demikian sebuah ungkapan bijak.

Jika langkah anda mulai tersandung, ingatlah kembali impian anda. Bayangkan bagaimana kesengsaraan yang akan anda alami jika impian anda tidak tercapai.

Menumbuhkan Minat Wirausaha

Semakin maju suatu negara semakin banyak orang yang terdidik, maka semakin dirasakan pentingnya dunia wirausaha.

Pembangunan akan lebih mantap jika ditunjang oleh wirausahawan yang berarti karena kemampuan pemerintah sangat terbatas. Pemerintah tidak akan mampu menggarap semua aspek pembangunan karena sangat banyak membutuhkan anggaran belanja, personalia, dan pengawasannya.

Saat ini banyak orang terpikir untuk memulai usaha sendiri. Tak aneh memang, di saat lapangan kerja yang makin sulit, atau kalaupun telah bekerja namun penghasilan masih belum mencukupi kehidupan sehari-hari. Atau kalaupun sudah mencukupi, tapi waktu untuk keluarga justru tak ada. Maka, memulai usaha sendiri menjadi pilihan untuk mengubah kondisi itu.

Akan tetapi masih banyak juga yang tak kunjung mau ACTION memulai wirausaha. Mengapa? Konon, ada banyak hambatannya. Yang bila kita tanya pada orang yang belum memulainya, banyaknya hambatan tersebut bisa dari A sampai Z.

Ok…tiap orang itu unik. Tiap orang punya kondisinya masing-masing yang tak bisa disamaratakan. Namun, secara umum, orang yang tak kunjung mencoba wirausaha, biasanya alasannya karena di bawah ini.

Modal. Sering orang yang berniat memulai usaha, modal menjadi kambing hitam. Modal di sini diidentikkan dengan uang.

Tak tahu bagaimana cara memulai usaha. Anda tak tahu bagaimana cara memulainya, sehingga tak kunjung mulai usaha.

Dan mungkin banyak lagi hambatan lainnya…

Tapi semua itu, menurut saya, akar masalahnya terletak pada mindset. Bagi yang belum terbentuk mindset bisnisnya, mungkin terasa tak mudah untuk memulainya.
Kalau yang sebelumnya sudah punya penghasilan tetap, tiba-tiba terbayang harus beralih ke kondisi yang tak pasti. Tak jelas berapa penghasilan yang diperoleh bulan depan, belum jelas bagaimana usaha yang akan dicobanya nanti, dst.

Ketakutan dan kekhawatiran semacam itu mampu menahan mereka untuk tidak kunjung ACTION memulai usaha sendiri.

So, bagaimana?

Asah mindset bisnis anda. Bergaul dengan orang-orang yang berwirausaha bisa membantu mengasah mindset bisnis anda. Bukan saja anda belajar cara teknisnya, tapi juga belajar dari suka-duka yang mereka lalui sebagai wirausahawan.

Langkah lain yang “relatif aman” adalah dengan memulainya sebagai bisnis sampingan. Tanpa melepaskan pekerjaan saat ini, sambil mulai mencoba buka usaha sendiri.

Dengan demikian, diharapkan mindset bisnis perlahan semakin teruji.

Sebab wirausaha itu butuh praktek, butuh ACTION!

Kalau anda belum juga mulai usaha, ada baiknya anda lihat ke dalam diri anda sendiri. Ada apakah dengan diri anda?

Menurut saya, seorang wirausahawan itu punya ciri atau karakter yang terangkum dalam kata ACTION.

A = ACTION

Action atau tindakan adalah karakter wirausaha. Menjadi wirausaha berarti mau mengambil inisiatif, mau melakukan ACTION, mau mengambil tindakan untuk mengambil peluang yang ada. Wirausahawan bukan sosok yang mudah berdiam diri. Mereka mengutamakan tindakan dalam kesehariannya.

C= CREATIVE

Wirausahawan itu sosok kreatif. Mereka mampu menciptakan/mengembangkan sesuatu yang mungkin sebelumnya dianggap biasa atau bahkan mustahil oleh banyak orang. Kreativitas tersebut membuatnya berhasil membuat nilai tambah dalam apapun yang digelutinya. Masalah mampu diubahnya menjadi peluang.
Mereka juga kreatif untuk menghadapi tantangan usaha yang dihadapi. Tantangan yang kian besar justru memompa semangatnya untuk lebih kreatif dalam menghadapi tantangan usaha.

T= TRUST

Wirausahawan memegang trust sebagai prinsip hidupnya. Dalam pengertian ke luar diri, trust berarti tekad untuk memegang kepercayaan konsumen. Mereka sadar, kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis.

Ke dalam diri, trust berarti percaya pada dirinya, pada apa yang di-ACTION-kannya. Wirausahawan punya rasa percaya diri untuk melakukan ACTION.

I = INDEPENDENT

Independent atau kemandirian menjadi jiwa wirausahawan. Mereka ingin bebas, ingin mengatur hidupnya sesuai yang dia mau. Wirausaha mandiri ingin bekerja untuk dirinya sendiri. Mereka mau mewujudkan impian-impiannya lewat usaha mandirinya itu.
Kemandirian tersebut juga membuatnya sadar akan resiko yang mungkin terjadi, dan dia siap menanggungnya sebab telah memilih jalan wirausaha.

O= OPPORTUNITY

Opportunity atau kejelian melihat peluang/kesempatan adalah ciri wirausahawan. Dimana-mana dia temukan ide ide bisnis yang bisa menjadi peluang bisnis baru.
Kejeliannya melihat peluang tersebut bukan saja menghasilkan uang bagi dirinya sendiri, tapi banyak orang lainnya.

N = NO QUIT

Wirausahawan sejati tak pernah menyerah. Mereka tak pernah berhenti ACTION. Kegagalan tak pernah dianggapnya sebagai kegagalan. Setiap kali jatuh, dengan cepat mereka bangkit dan ACTION lagi. Mereka percaya kesuksesan itu pasti akan datang.

Begitu banyak orang yang bermimpi bisa membangun usaha sendiri. Sayangnya, niat itu tak pernah terlaksana karena terhalang rasa takut yang berlebihan. Mereka merasa tak dilahirkan sebagai seorang entrepreneur, tidak memiliki pengalaman, atau tidak memiliki modal yang cukup besar. Namun, ketika Anda memiliki passion untuk sesuatu yang selalu menjadi keinginan Anda, tak ada lagi yang perlu Anda takutkan. Seperti dikutip dari Kompas Female, inilah lima langkah awal yang perlu Anda lakukan :

1. Fokuslah pada sisi positifnya.
Belum apa-apa sudah memikirkan bagaimana kalau gagal, ini artinya Anda kalah sebelum berperang. Jangan kaget bila kekuatan pikiran membuat Anda gagal betulan. Ubahlah sikap Anda dari “Saya tidak tahu apakah saya bisa” menjadi “Saya bisa memulai bisnis sekarang dan menjadi sukses”.

Awali langkah Anda dari hal-hal yang paling kecil atau mendasar,
seperti :
● mulai survei lokasi
● mencari partner
● menghubungi pemilik waralaba yang Anda incar, dll.

2. Mulailah bisnis ketika Anda masih bekerja.
Ini salah satu cara termudah untuk mengatasi ketakutan Anda bila bisnis Anda tidak berhasil. Sebab, Anda masih memiliki kepastian dalam hal keuangan apabila bisnis Anda tidak berjalan. Memang akan susah bila Anda masih bekerja dan harus menyisihkan waktu untuk mengurus usaha. Repot dan butuh perhatian penuh, tetapi kerja keras Anda pasti akan terbayar nantinya.

3. Lakukan riset sebelumnya.
Ada baiknya Anda mengadakan riset pasar dan mempelajari segmen pasar Anda, apalagi bila segmen Anda termasuk langka. Persiapan ini akan membantu Anda membuat keputusan yang benar dan memberi petunjuk bagaimana harus menjual produk, serta di mana dan siapa yang harus menjualnya. Business plan yang dilengkapi dengan visi dan tujuan yang jelas akan menghapus kekhawatiran Anda saat mulai menjalankannya.

4. Siapkan ”back-up plan”.
Setiap business plan yang baik pasti mempunyai rencana cadangan. Miliki modal yang cukup sehingga Anda tidak menginvestasikan semua tabungan kehidupan Anda. Jika Anda berencana berbisnis sambil tetap bekerja, Anda bisa sedikit menabung dan menyusun rencana cadangan jika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Kalau Anda berniat mengundurkan diri dari perusahaan untuk menjalankan bisnis, akan lebih bijak jika Anda juga sudah memiliki tabungan yang memadai. Pendek kata, kesiapan keuangan tak boleh sekadar mampu membiayai usaha, tetapi juga membiayai hidup Anda selanjutnya ketika bisnis Anda gagal.

5. Lakukan sekarang.
Jangan terlalu lama berpikir dan menunggu. Yakini diri Anda dan visi yang telah Anda buat, lakukan riset, dan buat keputusan yang cerdas. Atasi segala kekhawatiran Anda dan segera jalankan bisnis yang sudah lama Anda idam-idamkan. Apalagi, bila bisnis ini menyangkut passion Anda. Dengan passion, Anda memiliki kekuatan untuk menjalankannya dengan tekun

Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausaha :

Keuntungannya adalah:

  •     Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki
  •     Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang secara penuh.
  •     Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal
  •     Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit.
  •     Terbuka kesempatan untuk menjadi bos.

Kelemahannya adalah:

  •     Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko, jika resiko ini telah diantisipasi secara baik, maka berarti wirausaha telah mengeser resiko tersebut.
  •     Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang.
  •     Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus berhemat.
  •     Tanggung jawabnya sangat besar, banyak keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya.

KEBUTUHAN AKAN WIRAUSAHA

Wirausahawan adalah Seorang Inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang2x, mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukkan cara berpikir lamban dan malas.

Seorang usahawan mempunyai peran Untuk mencari kombinasi2x baru Yaitu:

  •     Pengenalan barang dan jasa baru.
  •     Metode produksi baru.
  •     Sumber bahan mentah baru
  •     Pasar2x baru dan organisasi industri baru.

5 Tantangan Saat Bekerja dari Rumah

KOMPAS.com - Pekerjaan di kantor yang seakan tak pernah ada habisnya membuat energi Anda akan habis terkuras. Setelah menimbang-nimbang, langkah untuk memulai bekerja dari rumah  bisa menjadi alternatif pemecah masalah.

Masih banyak, kok, pekerjaan yang bisa kita kerjakan dari rumah . Contohnya dengan menjadi freelancer  di bidang yang Anda minati, misalnya menjadi penulis, pengalih bahasa, desainer, pengelola sosial media perusahaan, dan masih banyak contoh lainnya. Dengan bermodalkan laptop dan koneksi internet di rumah, Anda sudah bisa meraup rupiah sekaligus mengawasi anak-anak di rumah. Tapi, benarkah sesederhana itu?

Sebelum benar-benar memutuskan resign  dari kantor, sebaiknya pertimbangkan tantangan saat bekerja dari rumah.

Atur waktu
Banyak anggapan bekerja dari rumah memiliki kelebihan dalam hal waktu yang fleksibel dan hemat biaya. Kenyataannya, hal-hal tersebut belum tentu benar. Tak jarang para freelancer  justru kebanjiran order di hari libur. Oleh karena itu, siapkan mental untuk menghadapi perubahan rutinitas dulu sebelum memutuskan bekerja dari rumah. Jangan lupa, atur kembali kebutuhan waktu untuk bekerja dan waktu untuk keluarga.

Tak seperti di lingkungan kantor, bekerja dari rumah penuh dengan “godaan” yang dapat membuat produktivitas berkurang. Anak-anak merajuk minta ditemani bermain, pakaian kotor yang menggunung, atau setumpuk cucian piring, semua bisa menjadi distraksi. Agar tetap disiplin, sangat penting untuk memiliki jam kerja yang jelas. Misalnya, ambil waktu di pagi hari ketika anak-anak ke sekolah dan suami ke kantor.

Sudut kerja
Bayangkan jika Anda bekerja di sofa ruang keluarga dan masih mengenakan piyama, sementara laptop terbuka di meja dan stoples camilan di tangan. Belum lagi, suara televisi bersahut-sahutan dengan suara anak-anak bermain. Pasti konsentrasi Anda sekejap hilang, mood menurun, dan Anda akan berakhir tanpa mengerjakan apa pun.

Bekerja dari rumah bukan berarti Anda tak bisa memiliki kantor. Sulap sebuah ruangan di rumah menjadi kantor pribadi dengan meletakkan perlengkapan kerja seperti laptop, mesin faks, telepon, dan berkas-berkas di sana. Jika perlu, tutup pintu ketika Anda bekerja. Beri pengertian ke orang-orang rumah, terutama buah hati, bahwa Anda sedang bekerja dan tidak bisa diganggu. Bisa juga dengan membuat peraturan yang disepakati bersama.

Jadwal seminggu
Memang, bekerja dari rumah berarti tak ada bos di depan mata yang mengawasi dan memburu-buru pekerjaan Anda. Namun, bekerja dari rumah juga bukan berarti tanpa jadwal kerja yang jelas.

Pastikan Anda memiliki jadwal kerja mingguan yang diturunkan menjadi daftar pekerjaan per hari. Ini memudahkan Anda memetakan pekerjaan. Jika tidak, pekerjaan akan menumpuk dan bukan mustahil di akhir pekan Anda justru tetap harus bekerja. Kuncinya, bekerja dari rumah harus well organized , memiliki manajemen waktu yang baik, serta mampu memotivasi diri sendiri.

Tetap networking
Bekerja dari rumah terkesan monoton dan mengurangi kesempatan Anda bertemu dengan “dunia luar” atau orang-orang baru. Siasati dengan cara keluar dari rumah. Jangan melulu berkomunikasi lewat e-mail atau messenger, tak ada salahnya sesekali membawa laptop kesayangan ke coffee shop  favorit, melakukan rapat saat makan siang dengan relasi, atau hangout bersama teman.

Bertatap muka atau setidaknya bertelepon akan menambah ilmu, networking , dan yang terpenting adalah menjadi ajang refreshing  setelah lama “terkurung” di rumah. Aktif di dunia media sosial juga dapat memperluas network , misalnya melalui twitter atau LinkedIn.

Pemasukan tak tentu
Selain ritme kerja yang berubah, penghasilan Anda juga akan berubah ketika memutuskan bekerja dari rumah. Bisa lebih kecil atau justru lebih besar. Semuanya tak tetap, tergantung banyaknya pengorder. Di bulan ini mungkin Anda akan ramai order, sementara di bulan berikutnya sangat sepi. Belum lagi, transfer honor yang tak tepat waktu pun dapat menghambat pemasukan.

Jalan keluarnya, Anda harus selalu memiliki batas pengeluaran setiap bulan sehingga saat pendapatan jauh di atas angka tersebut, bisa Anda tabung untuk “menyelamatkan” dompet saat sedang minim order.

(Tabloid Nova/Ratih Sukma Pertiwi)

Ingin Jadi Bos yang Hebat? Hindari 4 Kata Ini!

KOMPAS.com -- Seorang pemimpin dituntut untuk bisa memenuhi rencana kerja, mencapai target, dan menjalin kerja sama yang harmonis dengan anak buah. Memang tidak mudah, mengingat tidak ada yang sempurna di dunia. Namun, Anda harus percaya diri untuk membuat segala yang terasa kurang menjadi sesuatu yang baik.

Salah satu masalah yang kerap terjadi antara pemimpin dan anak buah adalah soal komunikasi. Pemimpin yang notabene merupakan posisi superior dibandingkan anak buah kerap kali khilaf menggunakan pilihan kata yang membuat anak buah bimbang dan, parahnya, merasa tidak dihargai.

Membangun komunikasi yang baik dan hangat antara atasan dan anak buah memang diperlukan kebesaran hati masing-masing pihak untuk saling menghormati kehadiran serta tanggung jawab masing-masing pihak. Agar tim kerja Anda merasa nyaman dan kondusif dalam bekerja, berikut empat pilihan kata yang sebaiknya dihindari saat bicara dengan anak buah:


1. "Coba"

Saat bos bertanya, apakah Anda bisa melakukan proyek mendatang lebih baik? Hindari menjawab dengan kata “Coba dulu”. Sebab, kata “coba”, secara tak langsung merefleksikan rasa ragu dan tidak percaya diri.

Hal yang demikian juga harus dipelajari oleh atasan. Jangan mendelegasikan pekerjaan kepada anak buah menggunakan kata “coba”. Berilah penegasan dan jawaban yang lugas. Kata “coba” sebenarnya memberi celah membuat orang merasa bahwa Anda sendiri tidak yakin bahwa rencana serta proyek kerja akan berjalan lancar. Tegas saja, ya atau tidak.

2. "Harus"

Menggunakan kata “harus” memang memperlihatkan sifat yang tegas. Namun, bagi anak buah, kata tersebut merupakan beban dan tekanan, yang dapat membuat mereka merasa seperti diperintah dan tidak dihargai. Sebagai seorang atasan, seharusnya Anda memberikan semangat kepada anak buah, bukan malah memupuskan cita-citanya.

Anda bisa menunjukkan sikap bersahabat, seperti saat akan minta tolong, mulailah dengan kata “tolong”. Cara yang demikian membuat bawahan simpatik dan menghargai Anda sebagai atasan mereka.

3. "Lebih"

Sebagai pemimpin, Anda pasti ingin anak buah bekerja lebih maksimal. Wajar jika Anda meminta lebih dari anak buah. Namun, yang harus Anda perhatikan adalah kata “lebih” mengandung makna yang ambigu dan tidak deskriptif. Maka dari itu, lain waktu Anda mengutarakan harapan agar seluruh tim bekerja lebih giat dan cemerlang. Sampaikan dengan merinci dan detail.

4. "Secepatnya"

Ketika meminta anak buah untuk mengerjakan tugas-tugasnya, Anda pasti ingin mereka menyelesaikannya dengan cepat. Nah, yang menjadi masalah adalah cepat yang dimaksud itu seperti apa? Sebab, kata “cepat” dapat terkesan jadi subyektif, karena tidak dilengkapi dengan keterangan waktu yang dimaksud.

Jangan beranggapan kalau anak buah Anda bisa selalu memahami jalan pikiran Anda. Bicaralah dengan spesifik. Tentukan batas waktu sesuai kesepakatan bersama. Dengan begitu, anak buah dapat menjalankan rencana kerja selaras dengan target. Cara ini dapat menjaga komitmen dan membangun kepercayaan di antara Anda dan anak buah.


Sumber :

Penulis :
Christina Andhika Setyanti
Editor :
Syafrina Syaaf