Wira Usaha. Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mentor Wirausaha

Memiliki seorang mentor adalah salah satu sumber daya terbaik yang dapat Anda miliki.
Tidak hanya karena mentor memiliki pengalaman, mereka juga memiliki jaringan luas dan membantu Anda terhubung dengan orang yang tepat agar usaha Anda sukses.

Seorang mentor wirausaha tidak hanya menawarkan nasehat dan arahan, tapi juga bisa menjaga Anda tetap termotivasi sebagai pengusaha. Bantuan ada di luar sana, dan harus Anda manfaatkan untuk keuntungan Anda!

Saat Anda memikirkan seorang mentor, mungkin Anda membayangkan seseorang yang akan menghabiskan waktu Anda untuk memperhatikan apa yang dia lakukan sambil memberikan beberapa nasehat-nasehat umum.

Nyatanya, seorang mentor bisa menjadi aset berharga untuk sebuah bisnis yang masih baru. Kebanyakan founder ingin melakukan segalanya sendiri, tapi melakukan semuanya sendirian tidak terlalu membantu Anda saat sedang memulai hal baru. Berikut adalah beberapa alasan mengapa seorang mentor bisa sangat membantu Anda menjadi seorang pengusaha sukses :

Menambah Pengetahuan dan Mengisi Kekosongan Skill

Ibarat masuk kesebuah ruangan, membuka bisnis seperti halnya masuk ke Stadion Bola. Luass nya bukan main, dari sini kita perlu seseorang yang bisa mengarahkan. bila tidak kemungkinan kita untuk jatuh dan tersesat akan lebih besar. Mungkin Anda adalah seseorang yang sudah terorganisir, tapi memulai sebuah bisnis tidak seperti apapun yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Kebanyakan mentor memiliki pengalaman bertahun-tahun dan sudah mengetahui apa yang harus segera diselesaikan dan apa yang bisa dikesampingkan terlebih dahulu

Rahasia Sukses Orang Jepang

Malu

“Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dalam pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pemimpin yang terlibat korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.”

Pantang menyerah

“Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).

Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).”

Terampil dan Ulet
Kecekatan, keahlian, dan kecepatan dikenal ciri pekerja-pekerja Jepang. Karena itu tidak mengherankan jika perekonomian Jepang bisa tumbuh dengan pesat.

Seorang pekerja di Jepang mampu melakukan pekerjaan lima orang pekerja di negara lain. Oleh karena itu, harga unuk seorang pekerja Jepang jauh lebih mahal dibandinakan negara lainnya. Mereka tidak banyak bicara dalam bekerja. Bagi mereka sangatlah penting mempersiapkan tugas yang diberikan secara maksimal.

Jika ada negara yang ingin menjadi seperti Jepang, maka negara itu harus punya pekerja yang mampu mengerjakan berbagai pekerjaan dalam waktu yang sama. Selain itu, pekerja Jepang tidak terlalu pusing dengan bayaran. Mereka rela tidak dibayar untuk lembur.

Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya. Dalam agama islam pun, Rosululoh bersabda yang artinya “Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri, sedang Nabi Daud Alaihissalam juga makan dari hasil usahanya sendiri”.

Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.

Dalam ajaran Islam seorang muslim diajarkan agar mematuhi persyaratan yang telah mereka sepakati. Jika dalam suatu perusahan mereka bekerja, maka mereka harus mematuhi persyaratan perusahaan yaitu harus mencurahkan yang terbaik serta loyal dengan perusahaan teresebut selama tidak melanggar batas syariat.

Jaga Tradisi dan Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Tips Sukses menjadi Dropshipper

Dropship adalah sebuah teknik pemasaran dimana penjual tidak menyimpan stok barang, dan dimana jika penjual mendapatkan order, penjual tersebut langsung meneruskan order dan detail pengiriman barangnya ke distributor/supplier/produsen.

Bisnis reseller dropship adalah bisnis yang sangat popular diantara bisnis online lainnya. Salah satu yang paling populer adalah reseller dropship baju wanita. Reseller dropship memiliki banyak kelebihan, dimana kelebihan itu menjawab permasalahan banyak orang yang ingin memulai bisnis tetapi belum memiliki modal.

Seleksi Produk yang Mau Dijual

Salah satu tips agar produk cepat terjual adalah memilih produk yang Anda sukai. Sebagai contoh, Anda seorang ibu rumah tangga, maka Anda bisa menjual madu anak, kosmetik halal, buku anak islami,  dan sejenisnya yang scope produknya bisa masuk ke teman2 Anda, atau pangsa pasar Anda yang sesuai dengan Anda.

Bayangkan Anda remaja berusia 17 tahun, tapi memilih produk2 seperti obat kanker, obat pasutri, dan yang sejenisnya untuk Anda jual di FB atau toko online Anda, maka kecil kemungkinannya untuk orang akan percaya kepada Anda.

Idealnya ketika menjadi dropship jangan menjual 1 produk yang sama yang berasal dari sitrus yang sama.

Pilih pemasok dan dropshipper yang tepat.

Mereka yang berprofesi sebagai dropshipper perlu mencari pemasok yang memiliki stok produk dalam jumlah besar dan lengkap. Jangan sampai apa yang ditawarkan dropshipper melalui media sosial ternyata tidak tersedia di stok atau penyimpanan milik pemasok. Sebaliknya, pemasok juga perlu selektif dalam memilih dropshipper untuk bisnisnya. Penting bagi pemasok untuk memilih dropshipper yang selalu aktif dan responsif menganggapi pertanyaan dan tanggapan dari calon buyer di media sosial. Selain itu, pemasok juga harus jeli dalam menetapkan jenis produk yang dijual, apakah produk high margin atau low margin.

Product Knowledge.

Product Knowledge  atau pengetahuan tentang produk  yang akan kita onlinekan juga tidak kalah pentingnya. Hal ini sangat dibutuhkan bila ada banyak pertanyaan dari calon pembeli, kita bisa menjelaskannya dengan baik, agar pembeli tidak kecewa, sehingga berpengaruh terhadap pembelian berikutnya.

Tips Sukses Menjadi Agen Asuransi

Biasanya sih yang paling umum dan paling gampang dinilai, sukses marketing/agen dinilai secara financial alias komisi besar. Tapi itu blm cukup bila ingin menjadi financial consultant yg independent utk nasabah, krn agen asuransi terikat pada satu perusahaan saja shg sulit menjadi benar2 netral dan profesional yah krn cuma scr legal bolehnya jual produk perusahaan asuransi itu saja.


Membiasakan diri dengan bidang asuransi. Bila sudah menjadi nasabah, Anda sudah memiliki pengetahuan mendasar tentang hal ini. Namun tak ada salahnya menambah wawasan dengan membaca atau berkonsultasi dengan agen langganan.

Terus mengikuti perkembangan dunia asuransi. Jangan berdiam diri dan merasa sudah cukup memiliki pengetahuan. Belajarlah dari agen-agen di kantor yang sudah mencapai kesuksesan.

Pantang menyerah. Bukan tidak mungkin Anda ditolak saat menawarkan produk. Bersabarlah dan tetap semangat. Masih banyak calon nasabah potensial lain. Meski ditolak, jangan putuskan hubungan dengan orang tersebut. Tunggulah selama beberapa saat. Setelah itu, kembali dekati dia. Bisa saja pada saat itu ia sudah berubah pikiran.Lakukan dengan sopan.

Memperbaiki pemahaman negatif terhadap Profesi Agen Asuransi yang sudah terlanjur ada di masyarakat kita dan sekaligus memberikan kesadaran kepada calon nasabah tentang kebutuhan mereka dan besarnya manfaat dari asuransi, memang tidak mudah, itulah kendala sekaligus tantangan yang penulis hadapi di lapangan!

Jujurlah pada nasabah. Jelaskan semua syarat dan keuntungan setiap produk asuransi. Bila ia bertanya produk asuransi apa yang paling cocok dengan kondisinya, ajukan produk yang tepat. Jangan membelok-belokkan nasabah demi keuntungan pribadi.

Utamakan yang terbaik untuk nasabah. Ketika memutuskan menjadi agen, Anda harus mengedepankan kepentingannya. Menjadi agen berarti membantu mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Jika sebelumnya sudah merasakan manfaat asuransi, inilah giliran Anda untuk berbagi yang sama dengan mereka.

Cara presentasi juga pengaruh, krn cara/sistem presentasi yg sukses dan diajarkan para leader memang bikin closing lebih cepat, tapi tidak 100% apa adanya di awal, bahkan hingga nasabah tanda tangan dan bayar premi hingga bertahun2 mgkn bisa jadi tetap tdk dijelaskan semua isi polis. Tentu menjelaskan isi polis yg tebal banget itu akan butuh waktu lamaaa dan bisa jadi justru ada hal2 yg dalam "system" dan oleh "leader" tidak diajarkan atau diberitahukan di awal bahkan kpd agen2nya, karena... hal itu akan membuat tingkat "kesuksesan closing" lebih rendah. Ini demi "kepentingan sukses financial" Anda tentunya.