Peluang Usaha Budidaya Semut Jepang

Peluang usaha alternatif untuk saat ini ada banyak dan salah satu diantaranya adalah mengembangbiakkan semut jepang. Serangga yang bukan asli Indonesia ini sebenarnya sudah dikenal lama untuk pengobatan non medis. Wilayah asia yang telah lama mengkonsumsi semut ini adalah China dan Jepang secara turun temurun.

Ciri umum semut jepang adalah memiliki tubuh yang keras, warnanya hitam, punya sayap tetapi tidak bisa digunakan untuk terbang, memiliki jumlah kaki enam, hidupnya berkelompok, dan bisa melakukan reproduksi dalam waktu singkat. Dalam literatur ilmiah secara resmi tidak ada bahasan secara detail mengenai jenis semut ini.

Manfaat Semut Jepang
Serangga yang agak mirip dengan kutu beras dengan ukuran agak besar ini memiliki kandungan Asam Amino, Asam Hialuronat, Asam Laktat, dan Enzym Hmes. Zat-zat inilah yang bagi manusia memiliki manfaat luar biasa untuk pengobatan maupun menjaga kestabilan kesehatan tubuh.

Manfaat dari semut jepang ini antara lain mencegah serta menghambat kanker/tumor, meningkatkan sistem reproduksi, regenerasi sel kulit, meningkatkan stamina, mencegah depresi, menjaga vitalitas jantung, meningkatkan daya ingat, menjaga kesehatan mata, dan masih banyak lagi.

Budidaya Semut Jepang
Merujuk banyaknya manfaat serta memperhatikan pola hidup manusia modern sekarang yang sering mengabaikan kesehatan maka semut jepang bisa menjadi peluang bisnis sampingan yang memiliki keuntungan ganda. Keuntungan itu adalah tentu saja bisa digunakan untuk menjaga serta menyembuhkan penyakit dan penghasilan sampingan dengan nilai yang cukup menggiurkan.

Mengembangbiakkan semut jepang tidaklah sulit karena hanya dibutuhkan media kapas dan toples atau wadah dengan ukuran kecil hingga besar. Makanan untuk semut ini juga mudah karena hanya membutuhkan ragi tape yang banyak dijual di pasar.

Awal memulainya Anda siapkan tempat seperti toples yang terbuat dari bahan plastik maupun kaca, kemudian letakkan lembaran-lembaran kapas didalamnya kira-kira setengah ukuran toples tapi jangan dipadatkan. Masukkan beberapa ekor semut jepang dan taruh ragi diatasnya. Jumlah ragi yang diperlukan cukup satu saja untuk jangka waktu kisaran 1 minggu.

Tutup toples tersebut dengan membuat lubang terlebih dahulu diatasnya sebagai ventilasi udara. Tempatkan toples yang berisi semut jepang tersebut di tempat yang kering dan (kalau bisa) di tempat minim cahaya.

Waktu yang dibutuhkan dari masa kawin, pembentukan larva, hingga menjadi semut muda adalah lebih kurang 1 bulan. Setelah jumlahnya berkembang anda dapat menempatkan beberapa semut lagi di toples baru lainnya. Semakin banyak jumlahnya maka tingkat produksi semut jepang ini akan makin cepat.

Setelah memiliki jumlah yang cukup maka Anda bisa menjualnya dalam bentuk masih hidup dengan perhitungan per ekornya 1000 hingga 3000 rupiah kepada pembeli yang merupakan pengguna langsung. Untuk konsumen reseller harga jualnya berkisar 500 hingga 1000 rupiah per ekornya. Anda bisa kalkulasi sendiri berapa keuntungan yang bisa didapatkan. Biaya untuk proses produksi hanya kapas dan ragi tape yang sangat murah dan bisa didapatkan secara mudah.

Konsumsi Semut Jepang
Banyak cara untuk menjual semut jepang selain dalam keadaan yang sudah saya paparkan pada tulisan diatas. Semut jepang bisa anda jual dalam kemasan kapsul yang tiap kapsulnya berisi 2-3 ekor semut yang sudah mati, cara “mematikannya” cukup di celupkan dalam air hangat beberapa saat yang penting jangan terlalu panas.

Selain itu bisa juga menjadi campuran sup seperti layaknya orang Jepang yang senang mengkonsumsinya sejak lama. Bahkan bisa saja membuat ide baru lainnya yang intinya membuat mudah dan cepat orang bisa memanfaatkannya tanpa harus repot.

Nah sekarang tinggal tergantung Anda sendiri apakah mau memanfaatkan peluang bisnis yang menguntungkan ini atau melewatkan begitu saja?

source : http://www.inginbisnis.com/peluangbisnis/usaha-budidaya-semut-jepang